Oke, Baeklah, mari kita kembali ke jalan yang benar (ke topik semula maksutnya-red). Tulisan kali ini merupakan sambungan dari tulisan yang sebelumnya saya posting kira2 seminggu yang lalu. Kalau kemaren saya lebih banyak cerita tentang berbagai kebudayaan dari bangsa2 yang datang ke tanah suci, kali ini saya akan berkisah tentang berbagai macam keajaiban dan kisah unik saat saya melaksanakan umroh bulan Maret 2010 lalu.
Toko2 yg baru pada buka setelah subuh
"Eh kalau di Mekkah, ga boleh sompral! Ga boleh ngomong sembarangan!" dan masih banyak gak boleh ini dan gak boleh itu yang kerap kita denger dari kisah orang2 yang pernah berhaji atau umroh. Karena Umroh yang kemarin adalah perjalanan ibadah saya yang pertama kali nya ke Mekkah, mau tidak mau saya pun punya banyak pikiran ini dan itu. Dari mulai takut ntar terjadi hal yang aneh2 sampe takut ngomong sembarangan. Huahahaa.Mungkin hal ini wajar sekali bagi anda yang memang mengalami hal yang sama dengan saya.
Seperti nasehat yang diberikan oleh sahabat saya, akhirnya saya pun berusaha untuk berpikir positif sambil berdoa semoga semua ibadah yang akan saya lakukan berjalan lancar.
Jangan Sombong!
Sejak Hari pertama sampai di Mekkah sampe beberapa hari setelahnya, saya merasa seluruh ibadah saya lancar2 aja. Semuanya terasa baik2 saja. Saya sempat berujar di dalam hati, "ah saya biasa2 aja tuh. Gak ada kejadian yang aneh2".
Keesokan harinya, seperti biasa saya akan melaksanakan solat Dzuhur di Masjidil Haram bersama mama tercinta. Biasanya, mama memang lebih senang memilih tempat sholat yang berhadapan langsung dengan ka'bah. Begitu pun dengan hari itu. Kami pun memilih shaf yang paling depan dan dekat dengan ka'bah. Biasanya pula, kami selalu membawa sandal ke dalam masjid. Tentu saja sebelumnya di masukkan terlebih dahulu ke kantong plastik. Biasanya kami meletakkan sandalnya di tempat sandal yang memang sudah disediakan. Kami biasa meletakkan sandal di situ. Begitu juga dengan siang itu.
Sempat ada kekhawatiran di dalam hati saya. "Duh kan solatnya di depan. Sandalnya taroh di sini. Gak apa apa gitu yah?Gak akan hilang gitu yah?" tanya saya di dalam hati. Lalu hati saya yang lain bilang "Ya udah lah gak apa2. lagian siapa sih yang berani ngambil sandal di dalam masjid suci ini?" pikir saya lagi. Saya kira, pikiran yang terakhir adalah pikiran yang amat sangat positif.
Setelah selesai solat, jreng jreng!!ternyata sandal saya hilang dong. Sedangkan sandal mama saya, yg diletakkan persis bersebelahan dengan sandal saya, masih ada. Utuh dengan baik. Deg!!Saya langsung kaget. Sandal itu benar2 hilang tak berbekas. Saya hanya terdiam saat itu, sambil berpikir jangan2 saya salah ngmg.
Seperti yg saya bilang di cerita terdahulu. Waktu dzuhur adalah saat yang paling panas di Mekkah. Setelah solat dzuhur, karena sandal saya hilang, akhirnya saya nyeker ke luar masjid. Panasnya lantai marmer yang ada di sekitar masjidil haram, jangan ditanya lagi. Parahnya lagi, cuaca yang panas siang itu tak menghalangi niat mama saya untuk berbelanja di mall yang berada di sekitar masjidil haram. Jadilah saya nyeker dengan hanya menggunakan kaos kaki saja berkeliling di mall dengan cuek nya. huahahaha. And u know what?sampe selesai umroh pun sandal saya itu gak pernah ketemu lagi. *duuhh banyak2 istighfar deh :D
Next beralih ke kisah berikutnya. Karena hampir setiap solat 5 waktu saya dan mama melaksanakannya di masjid,maka biasanya di waktu solat yang hanya berjarak 1 jam lamanya kami lebih senang menunggu di masjid saja. Seperti waktu itu. Setelah melaksanakan solat magrib, kami pun menunggu waktu isya yang hanya berjarak 1 jam setelah solat magrib. Saat solat magrib, saya sempat berujar di dalam hati "wah saya sehat banget nih kayanya. Saya semangat sekali solatnya" sambil ada perasaan bangga di dalam diri ini.
Begitu solat magrib selesai, semua berjalan biasa2 saja. Saya mengaji, sesekali ngobrol dengan sesama jamaah di sebelah saya. Tak ada sakit sedikit pun yang saya rasakan. Tetapi semuanya berubah begitu saya solat isya. Dari rakaat pertama, sampai rakaat terakhir, saya merasakan mules yang luaaaarr biasa. Rasa2nya sudah tak tahan lagi untuk BAB. Bayangkan betapa tersiksanya saya saat itu. Begitu solat selesai, saya langsung menuju ke kamar mandi.
Setelah kejadian itu saya jadi berpikir. Padahal sebelum solat isya saya gak ngerasain apa2. Kenapa pas solat isya saya jadi mules2. Saya langsung terpikir "ohh mungkin gara2 saya sempat sombong saat solat magrib tadi", ya udah saya banyak2 istighfar saja. Sambil tersenyum sendiri.
Kejadian berikutnya adalah benar2 kejadian yang di luar perkiraan kami. Biasanya, setelah melaksanakan solat subuh berjamaah, acara kami selanjutnya adalah sarapan di hotel. Walau biasa solat terpisah dari Kakak laki2 saya, saya dan mama selalu bertemu dia di hotel. Tapi tidak pada hari itu. Setelah solat subuh, kami tidak melihat dia sarapan di hotel. HIngga dzuhur, kami belum juga bertemu dengannya. Saya dan mama mulai kebat kebit. Kemana yah kakak saya?Apalagi dia tidak memakai name tag.Tidak ada identitas yang dibawanya. Yah namanya juga di negeri org, berbagai macam kekhawatiran berkelebat di pikiran kami. Kami baru bertemu dengannya menjelang solat Magrib. Hilang lah sudah semua kekhawatiran. Ternyata dia pergi berbelanja di belakang masjidil haram.
dari Kiri ke kanan : Saya, Kakak laki2 saya, dan My mom ^___~ . Ber-pose di depan ka'bah. Eh nyang poto in orang Arab kalau ga salah. Gak tau siapa. hehe. Anyway, tq yah mister
Keesokan harinya, seperti biasa saya dan mama solat subuh di masjid. Karena bosan dengan makanan hotel, lalu kami pun mencari sarapan di sekitar masjid. Lalu kami makan di masjid. Daripada balik lagi ke hotel lalu kemudian ke masjid lagi, akhirnya kami memilih menunggu waktu dzuhur di masjid saja. Apalagi hr itu adalah hari jumat. Tidak seperti di Indonesia, di sana wanita boleh melaksanakan solat jumat. dan Katanya solat jumat di masjidil haram akan padat dan lebih ramai dari solat2 dzuhur di hari lainnya. Daripada gak dapet tempat, ya udah kami nunggu aja di masjid. Lalu setelah selesai solat, kami pun ke luar masjid untuk blanja blanji. sampai tiba waktu ashar. Setelah Ashar, baru lah kami kembali ke hotel lagi.
Tak disangka2, ternyata kakak laki2 saya, mencari2 kami sejak subuh . Dia khawatir kami kenapa2. Hahaha.Lucu sekali kejadian yang sama dengan hari sebelumnya terjadi lagi. Padahal itu semua di luar kehendak kami lho. Kami sama2 tidak sengaja membuat orang lain khawatir. Tapi itu lah kuasa Allah SWT. Semua hal bisa terjadi!
Sama seperti pengalaman mama saya. Sehari sebelumnya ada orang Turki yang minta diajarin ngaji. Walau sudah cukup berumur, sepertinya umi turki itu baru saja belajar Alquran. Bacaannya masih terpatahpatah. Keesokan harinya,benar2 sehari setelahnya, ada lagi wanita Turki yang bersebelahan dengan mama saya. Saat mama saya sedang mengaji, dia membetulkan ucapan mama saya. Jadilah dia yang mengajarkan mama saya ngaji saat itu. Lalu mama saya bilang. Apa hikmah dari kejadian itu ? Itu lah cara Allah berkomunikasi dengan kita. Melalui perbuatannya. Dia ingin menunjukkan kita tuh gak boleh sombong. Kita bisa ngaji? Masih ada yang bisa lebih pintar dan lebih bagus ngaji nya di bandingin kita. Lalu kita gak bisa ngaji??masih ada kok yang lebih gak bisa dari kita. Sederhana yah?? tapi itu lah. Setiap kejadian di masjidil haram selalu penuh makna. Allah punya 1000 cara untuk mengajarkan kita.
Pesan moral nya adalah : Gak ada gunanya jadi orang sombong. Kita merasa pintar dengan segala kemampuan yang ada?Masih ada kok yang jauh lebih pintar dari kita. Kita merasa diri kita ini rendah, lalu kita mengasihani diri sendiri??masih ada kok yang hidupnya lebih sengsara dari kita. Down to earth dan sadar aja deh. Apa yang ada pada kita saat ini hanya titipan. Gak ada gunanya sombong.
Sampai ketemu lagi di tulisan saya berikutnya yah..Masih banyak keajaiban dari Kota Mekkah lainnya. See u ^______~






